Praktik Pertanian Perburuk Krisis Pangan
By admin • Oct 24th, 2008 • Category: Agro Kultur, LandClearing & PenanamanDitulis Oleh FA Aziz, CAP, Anggota Nature and Poverty Alliance
Fokus pemerintah pada metode konvensional pertanian akan mengantarkan ke krisis social dan lingkungan dan tidak akan menjawab krisis pangan, menurut kelompok advokasi Third World Network (TWN) hari ini.
Petugas riset TWN Lim Li Ching menggarisbawahi bahwa biarpun perubahan iklim merupakan tantangan serius bagi negara terhadap persediaan pangan dan keamanan jangka panjang, pertanian konvensional juga membawa masalah tambahan bagi perubahan iklim karena kegiatan-kegiatan yang menggunakan tenaga banyak, diantara lain.Daripada menyikapi bahaya-bahaya tersebut, krisis pangan tetap menjadi mengancam karena kegagalan pemerintah untuk mengakui pengrusakan yang timbul karena pertanian ‘arus utama’ dan secara serius mempertimbangkan ‘pertanian berkelanjutan’, ujar Lim.
“Ada kebutuhan jelas untuk pengarahan kembali akan investasi, penbiayaan dan focus riset terhadap pertanian berkelanjutan di Malaysia,” kata Lim pada acara konferensi Pertanian Berkelanjutan yang diselenggarakan di Kuala Lumpur oleh Consumers’ Association of Penang (CAP).
Dengan memaparkan garis besar dari dampak buruk terhadap lingkungan yang diakibatkan metode pertanian yang saat ini disukai oleh pemerintah, Lim mengatakan bahwa dampak buruk terhadap lingkungan juga termasuk emisi gas rumah kaca karena produksi zat agro-kimia seperti pupuk dan pestisida.
Lim menambahkan bahwa menggunakan zat-zat tersebut juga telah berdampak buruk pada kesehatan pekerja lahan pertanian serta konsumen, lingkungan dan menimbulkan resistensi terhadap pestisida pada hama dan menggangu serangga yang berguna untuk para petani.
Metode pertanian saat ini juga telah mengakibatkan hilangnya keragaman hayati bagi para petani karena petani dan produsen telah berkonsentrasi terhadap ‘mono-kultur’ yang input intensive.
Metode-metode tersebut telah mengakibatkan meningkatnya tingkat garam dan saturasi air, menurunnya status nutrisi tanah dan meningkatnya toksisitas tanah, dan membebani sumber air negara yang terbatas.
Dampak sosial dari pertanian konvensional, menurut Lim, termasuk hilangnya metode tradisional seperti ‘penyimpanan bibit’ dan pertukaran bibit. Para petani diberikan beban tambahan karena mereka terpaksa membeli bibit baru setiap musim tanam, ujar Lim.
Selain hilangnya nilai sosial dan budaya, masyarakat petani telah kehilangan kebersatuan mereka, Lim menambahkan.
Related Entries
More from this Category
More from this author
admin is Computer Nerd, Computerholic person who love all about design things.
RSS to this author | Email author | Author Website | ym: | All posts by admin
